7 Gejala Tifus Pada Anak Yang Wajib Diwapadai Orang Tua

Tifus merupakan penyakit peradangan usus yang disebabkan adanya infeksi bakteri Salmonella typhi. Penyakit ini biasanya menjangkit anak yang mengkonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri tersebut. Dan pada kondisi sekarang ini kebanyakan orang tua tidak menghiraukan gejala-gejala tifus yang terjadi pada anaknya. Sehingga anak akan terlambat mendapatkan penanganan. Hal ini tentunya berbahaya. Sebenarnya tifus apabila tidak diobati dengan segera dan dibiarkan begitu saja bakteri Salmonella typhi akan menyabar dan dapat menginfeksi hati, limfa, dan empedu. Tentunya hal ini sangat berbahaya bagi anak. Untuk menghindari terjadinya hal tersebut berikut adalah 8 gejala tifus pada anak yang wajib diketahui orang tua :

1. Demam Tinggi

Demam tinggi merupakan salah satu gejala umum yang terjadi bila anggota tubuh ada yang mengalami infeksi. Tak terkecuali pada penyakit tifus. Pada penyakit ini, anak akan mengalami demam tinggi selama beberapa hari, dengan suhu tubuh yang tidak stabil. Biasanya anak juga akan mengalami demam yang sangat tinggi pada malam hari. Orang tua perlu mewaspadai apabila anaknya mengalami demam yang sangat tinggi pada malam hari, mulai membaik pada pagi dan siang hari, dan pada malam hari selanjutnya demam kembali tinggi.

Gejala ini biasanya terjadi selama beberapa hari. Apabila demam tersebut telah berlangsung selama 3 hari atau lebih dan tidak kunjung membaik setelah diberikan obat. Maka orang tua wajib membawanya ke dokter terdekat dengan segera.

2. Sakit Perut Disertai Rasa Mual

Gejala tifus pada anak yang terkadang orang tua salah menafsirkannya adalah adanya rasa sakit pada perut terutama di perut bagian kiri yang disertai rasa mual. Bagian tersebut terasa sakit sebab pada perut bagian kiri merupakan tempat usus 12 jari yang mengalami infeksi berada. Namun demikian, biasanya orang tua mengira bahwa anaknya hanya mengalami sakit maag biasa atau terlambatnya anak mengkonsumsi makanan.

Untuk memastikannya orang tua dapat menekan bagian yang sakit tersebut secara perlahan. Apabila anak merasakan sakit, maka kemungkinan memang anak tersebut terserang tifus. Dalam kondisi ini orang tua harus segera membawa anak ke dokter terdekat.

3. Perbedaan Warna Lidah Bagian Tengah dan Ujung

Gejala tifus pada anak selanjutnya adalah perubahan warna lidah. Biasanya anak yang menderita tifus memiliki lidah yang berwarna putih di ujungnya. Sedangkan pada lidah bagian tengah berwarna merah yang terkadang disertai dengan bintik-bintik putih. Bisa juga sebaliknya lidah berwarna merah di bagian ujung dan berwarna putih di bagian tengah. Selain itu, anak yang menderita tifus akan memiliki lidah yang terlihat kotor dan lebih tebal dari biasanya. Gejala-gejala ini sebagai akibat dari adanya ifeksi dan inflamasi yang terjadi di dalam tubuh.

4. Denyut Nadi Melemah

Infeksi yang disebabkan oleh Salmonella typhiakan menyebabkan melemahnya kerja jantung dalam memompa darah. Hal ini disebabkan karena bakteri tersebut bersifat racun. Akibatnya seluruh proses metabolisme di dalam tubuh akan terganggu, sirkulasi darah tidak lancar, dan tubuh anak akan semakin melemah. Apabila gejala ini tidak segera diatasi dikhawatirkan anak akan mengalami penurunan denyut nadi secara mendadak dan akan mengakibatkan shockpada anak.

5. BAB Tidak Normal

Gejala BAB yang tidak normal, seperti sembelit atau diare merupakan tanda yang paling signifikan untuk mengetahui adanya masalah yang terjadi pada sistem pencernaan. Seperti yang telah kita ketahui tifus juga menyerang saluran pencernaan. Pada kondisi ini, gejala pada setiap anak berbeda-beda.

Namun yang patut diwaspadai adalah BAB yang tidak normal ini terjadi saat anak mengalami demam tinggi. Kemungkinan anak tersebut menunjukkan gejala tifus. Pada kondisi seperti ini, anak harus diberikan air minum yang cukup agar ia tidak mengalami dehidrasi yang dapat memperparah keadaannya.

6. Susah Tidur dan Rewel

Anak yang menderita penyakit tifus biasanya akan kesulitan untuk tidur. Sebab ia akan menahan rasa sakitnya tersebut. Dan bagi anak yang berusia balita tentunya anak akan sangat rewel dan sulit untuk ditenangkan. Rasa nyeri pada perut yang dialami ditambah dengan ketidaknyamanan tubuhnya akan menyebabkan anak kurang istirahat.

Akibatnya kondisi tubuh anak akan semakin melemah. Orang tua diharapkan berusaha menenangkan anak dengan membuatnya merasa senyaman mungkin untuk beristirahat. Sebab kelelahan yang terjadi karena kurangnya istirahat dapat mempermudah bakteri untuk menginfeksi lebih dalam lagi.

7. Kehilangan Nafsu Makan

Gejala tifus pada anak yang selalu terjadi adalah hilangnya nafsu makan. Hal ini disebabkan karena rasa tidak nyaman dan nyeri pada perut anak. Sehingga anak akan memiliki nafsu makan yang sangat rendah. Pada kondisi seperti ini, untuk penanganan pertama orang tua dianjurkan untuk tetap memberikan makanan pada anak yang memiliki tekstur halus.

Sebab pada anak yang menderita tifus, ususnya akan kehilangan sebagian fungsinya untuk mencerna makanan akibat adanya infeksi. Oleh karena itu, makanan yang bertekstur halus akan lebih mudah dicerna tubuh. Serta nutrisi-nutrisi yang diberikan juga akan lebih cepat terserap.